Rabu, 02 Desember 2020

Sejarah Uang

 Sejarah digunakannya uang dalam kegiatan jual beli masyarakat memiliki perjalanan yang panjang. Pada zaman dahulu, manusia belum mengenal jual beli. Untuk memneuhi kebutuhannya, manusia berburu jika lapar, membuat pakaian, dan lain-lain dengan bahan-bahan seadanya. Lama kelamaan manusia menyadari bahwa semua kebutuhannya tidak mampu terpenuhi. Untuk mendapatkan barang, maka orang tersebut harus mencari orang lain yang mau menukarkan barang miliknya. Kegiatan tersebut disebut dengan barter. Barter merupakan pertukarang barang dengan barang, barang dengan jasa, atau jasa dengan jasa. Barter dapat dilakukan apabila persyaratannya dapat terpenuhi. Berikut syarat-syarat barter:

1. Orang yang diajak bertukar barang memiliki barang yang dibutuhkan

2. Orang yang bertukar barang membutuhkan barang tersebut

3. Barang yang akan ditukarkan memiliki nilai yang sama. 

Seiring berjalannya waktu, sistem barter dinilai kurang praktis karena memilik beberapa kelemahan. 

Kelemahan yang dialami pada barter:

1. Barang sulit dibawa

2. Barang yang akan ditukar tidak tahan lama

3. Barang yang akan ditukar sulit dibagi-bagi

4. Sulit menemukan orang yang mau tukar barang

5. Sulit untuk menentukan nilai barang

Masyarakat mulai mencari cara untuk mengatasi kelemahan tersebut, yaitu dengan cara menciptakan perantara berupa barang. Setelah menciptakan penemuan tersebut, dianggap masih memikirkan alat tukar yang berlawanan dengan sifat uang barang. Uang barang yaitu uang logam, terutama emas dan perak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan dasar IPA